about


25 September 2013

Pelajar SMA/SMK Kembangkan Arsip Budaya (25 September 2013, Tribun Kupang)

Gabungan pelajar SMA di Kota Kupang sedang memetaskan Koteklema dan Ksatria Laut Lamare yang merupakan kegiatan kreatif berbasis arsip budaya di Aula Serba Guna UPT Museum Daerah NTT, Selasa (24/9/2013) –foto oleh: Pos Kupang, Oby Lewanmeru

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Pelajar atau siswa dari sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kupang dilibatkan dalam kegiatan pengembangan arsip budaya daerah. Pelibatan bertujuan agar para siswa mengenal dan dapat membuat sebuah proses kreatif cara mengembangkan arsip secara sederhana dalam bentuk petunjukan.


Hal ini disampaikan salah satu penggagas karya Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera, Hindra Setya Rini kepada Pos Kupang di sela-sela acara pementasan atau pertunjukan Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera yang berlangsung di  Aula Serba Guna UPT Museum Daerah NTT, Selasa (24/9/2013).

Pertunjukan ini dilakoni oleh beberapa siswa SMA di Kota Kupang yakni antara SMKN 1 Kota Kupang, SMAN 3 Kota Kupang, SMAK Giovani dan SMA Muhammadiyah. Hadir pada pementasan ini, Kepala UPT Museum Daerah NTT, Drs. Leonardus Nahak, M.S, Anton Lake, Wilson Therik serta sejumlah undangan.

Menurut  Hindra, karya yang melibatkan siswa SMA/SMK itu agar secara langsung maupun tidak langsung mengajak masyarakat agar sadar dengan fungsi dari arsip budaya, sehingga dapat peduli terhadap arsip-arsip budaya yang ada di NTT.

"Kenapa kita buat pertunjukan ini di mueseum, karena sesuai data yang kita peroleh bahwa kunjungan anak atau pelajar khususnya SMA/SMK datang ke museum sangat rendah, karena itu dengan acara ini bisa memberi motivasi agar siswa bisa ada di museum. Dan kehadiran para siswa dapat pula mengetahui tentang  pengembangan arsip budaya di daerah," kata Hindra.

Dijelaskan, selain memacu pelajar untuk mengetahui cara membuat karya sendiri dengan harapan kedepan para siswa ini bisa membuat karya sendiri. Dan tentang Koteklema dan Ksatria Laut, ia mengatakan, karya itu sebagai pertunjukan berbasis arsip musem Daerah NTT.

"Penangkapan Koteklema merupakan budaya dan tradisi masyarakat Lamalera sejak berabad- abad lalu sampai saat ini. Para pemburu koteklema merupakan ksatria laut Lamalera yang disebut Lamafa. Karena itu untuk memaksimalkan fungsi dari museum, kegiatan seni dan melibatkan pelajar," katanya.

Sedangkan sasaran kegiatan ini adalah para pelajar SMA dan tujuan untuk mengenalkan dan membuat sebuah proses kreatif. cara pengembangan arsip secara sederhana dalam bentuk pertunjukan.*

Penulis: oby_lewanmeru
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
---------------------------------

Tidak ada komentar: