Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan

30 Desember 2020

Merangkai Memori on HTRGNC

"This ongoing personal project is my attempt to document the COVID-19 pandemic through food. I started it around three weeks after the large-scale social restriction (PSBB). The concept started with my question to friends that I sent through Whatsapp; “What is the food that you often have during this pandemic?”, “Is there any difference in your food consumption before and after the pandemic?”, “Is there any particular food or drink that you didn’t like before, but this pandemic “forces” you to consume it for health or immune reasons? or vice versa?” writes Hindra @hindrasahaja
 
A platform for πŸ‡²πŸ‡¨ storytellers. Contact or send your work to: htrgnc@gmail.com. Use #heterogenic to be considered.
 

26 November 2018

GOETHE INSTITUT - CULINARY DIALOGUE JAKARTA

More info: https://www.goethe.de/ins/id/en/kul/pkt/icp/kpe.html



View this post on Instagram

Pas ikutan mau kirim foto kuliner programnya goethe itu, sebenernya pingin foto bahan pangan atau rempah yang sekarang agak langka di jogja. Itu salah satu tema yang ditawarkan di kompetisi foto kuliner ini. Segera kepikiran dua jenis bahan: Manggar dan Sarsaparilla (Saparella kalau orang Jawa bilang). Wiiii susah nyarinya. Bahkan ada yang nggak tau sih. Sarsaparilla ini sebagai bahan utama minuman bersoda yang sering ada di gerai-gerai swalayan dengan nama modern Indo Sarsaparilla. Jaman dulu nama brandnya beda-beda sih dan lumayan banyak. Sementara itu, si Manggar ini adalah salah satu bahan utama olahan gudeg Manggar. Manggar itu bunga kelapa yang masih muda. Sulit dapatnya, di pasar tradisional belum tentu ada. Jadilah saya berangkat ke Bantul, ke gudeg Bu Dullah yang terkenal itu. Dapatnya tunggu 4-5 hari kemudian. Eh, udah lewatlah deadline kirim fotonya haha.. tapi, tetap bisa beli manggar mentah dan akhirnya makan gudeg manggar untuk pertama kalinya. Enak, krenyes-krenyes πŸ˜€ . Ketemulah si Kluwak, bahan yang penting untuk masak rawon. Kadang dipakai juga untuk gudeg, tapi itu soal selera bukan bahan utama seperti di rawon. Selain itu kluwak penting juga untuk olahan brongkos yang khas itu. Konon, gudeg manggar dan minuman sarsaparilla itu dulunya dikenal sebagai makanan dan minuman kalangan kraton. Kelas bangsawan, harganya juga mahal. Menunjukkan strata sosial yang tinggi bagi yang menikmatinya. Selain itu, konsumsi manggar dipercayai bisa bikin cantik dan awet muda. Hmm.. Kalau percaya, boleh deh dibuang aja itu skinker anti agingnya. Atau kasih ke saya hahaha.. 😜 . Lalu kirim satu foto kluwak ini, dan dikabari lolos ikut pamerannya. Ih, senengnya. Oh ya, ada 15 foto setau saya yang dipamerkan dari 15 pameris. 5 pameris utama diundang datang menghadiri acara gala dinnernya. 10 pameris lainnya adalah nominator yang fotonya ikut pameran di sana. Selamat... selamat juga untuk diri saya sendiri.. haha. Me trying to appreciate myself, honestly. I'm sooo happy ☺️ . Eh, tapi dari kluwak ini, malah jadi bikin foto-foto bahan pangan yang mulai langka sekarang. 😊❤️ πŸ“·oleh Mbak Lisna (Panna)
A post shared by hindra setya rini (@hindrasahaja) on

15 Agustus 2014

Riset MEGA MENDUNG di Lasem, Jawa Tengah



Foto-foto riset Mega Mendung (karya koreografer Fitri Setyaningsih)
di Lasem, Jawa Tengah.


-----------------
*foto oleh: Hindra Setya Rini & Fitri Setyaningsih

24 Juni 2014

Dok Foto Pentas Koteklema & Ksatria Laut Lamalera

Jadwal pementasan

  • 24 September 2013: Museum Nusa Tenggara Timur
  • 25 September 2013: SMKN 1 Kupang
  • 26 September 2013: SMAK Giovanni Kupang
  • 27 September 2013: SMAN 3 Kupang