29 November 2013

Ini Cerita Dibalik Karya Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera (29 November 2013, Tribun Jogja)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pratama
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arsip yang digunakan Hindra Setya Rini untuk karya “Koteklema dan Ksatria Laut Lamalera” adalah buku ‘Paledang: Perahu Pemburu Ikan Paus'. Ada bagian dari buku ini yang dibacakan pada awal pertunjukan. Di museum NTT, juga terdapat kerangka paus yang di sekelilingnya ada informasi-informasi berupa tulisan.
Tim Koteklema & Ksatria Laut Lamalera
Para peserta workshop dari empat sekolah, SMA Muhammadiyah Kupang, SMAK Giovanni, SMAN 3 Kupang, dan SMKN 1 Kupang mencatat informasi yang mereka anggap menarik, lalu dijadikan bahan untuk naskah. Selain itu, ada juga album ‘Return to Lamalera’. Lagu di album itu dinyanyikan oleh anak-anak SMA saat pementasan.
Gagasan proses karya ini adalah pendekatan story telling. Perempuan yang sejak setahun lalu juga aktif sebagai fasilitator untuk pemutaran film percaya bahwa semua orang bisa bercerita, namun cara berceritanya yang berbeda.
Untuk karya ini, Hindra menegaskan para siswa SMA tersebutlah yang membuatnya, mulai dari naskah, persiapan pentas. Posisi Hindra hanya mengarahkan agar tampilannya lebih menarik, bukan mengajarkan. "Semangat kami adalah sebagai pemantik. Setelah itu mereka bisa bikin lagi pementasan yang lain dengan tradisi-tradisi mereka yang lain," ungkapnya.
Ke depannya kreator dan manager program di bioscil (bioskop kecil) Yogyakarta ini telah menyiapkan sebuah buku catatan kreatif. Rencananya Desember-Januari mendatang sudah bisa diakses publik. (*)
--------------------------------------
*sumber:

Tidak ada komentar: